Politik    Sosial    Peristiwa    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Kesehatan   
Home » » Motif Jessica mengakhiri Nyawa teman dekatnya hampir terungkap

Motif Jessica mengakhiri Nyawa teman dekatnya hampir terungkap

Posted by ABL NEWS on Senin, 01 Februari 2016

Jessica tersangka Pembunuhan Mirna.

ABLBET NEWS | Jessica Kumala Wongso sudah resmi ditahan. Penyidik pun sudah mendapatkan titik terang soal terkait pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin tersebut.

Namun, hingga kemarin (31/1/16) aparat berbaju cokelat itu belum bisa mengungkap motif kasus tersebut. Dugaan sementara asmara, yang diperparah adanya gangguan jiwa. Sebab, berdasar hasil analisis psikiater forensik, ditemukan gejala gangguan jiwa pada tersangka.

Menurut sebuah sumber di internal kepolisian, penyidik menemukan adanya motif cemburu. ”Dari keterangan saksi-saksi lainnya,” ucap sumber itu.

Hanya, jelas sumber tersebut, cemburu sesama jenis itu tidak akan berbahaya jika Jessica normal-normal saja. ”Ada jejak gangguan jiwa dalam hasil tes psikologisnya,” imbuh dia.

Selain itu, ada ketidakkonsistenan pengakuan Jessica dalam pemeriksaan kemarin. ”Ada sejumlah keterangannya yang berubah. Ini petunjuk bagi penyidik,” ujarnya.

Tahu cerita versinya memiliki celah, Jessica terus mengubah sebagian detail kecil kronologi versinya sendiri.

”Penyidik juga membandingkan keterangannya di televisi,” tambahnya.

Ketika ditanya soal banyaknya spekulasi di media massa yang meragukan penetapan Jessica sebagai tersangka, sumber tersebut tertawa
”Biarlah yang jadi pengamat di medsos (media sosial) menganalisis. Pertanyaan saya, mereka sudah melihat CCTV-nya belum? Mengetahui kronologinya tidak?” cetusnya.

Dia mengatakan bahwa rekaman CCTV saja sudah sangat kuat. Dari rekaman tersebut, gelagat Jessica jelas-jelas tengah merencanakan sesuatu.
”Seperti yang ketika masuk tidak langsung duduk. Kemudian toleh kiri-kanan mencari CCTV. Kemudian memutuskan untuk duduk di dekat tanaman sehingga terlindungi dari CCTV yang dilihatnya,” papar sumber tersebut.

Kemudian, soal paper bag juga di luar kelaziman. Begitu duduk, paper bag semula berada di bawah. Namun, beberapa saat kemudian, Jessica justru menaruh tas itu di atas meja.

”Bukan menaruh, tapi persisnya menata. Sehingga tidak kelihatan. Kemudian, dia meraih sesuatu di tasnya dan memegang es kopi Vietnamnya,” tambah sumber tersebut.

Beberapa saat kemudian, Mirna datang dengan Hani. Setelah itu perempuan cantik tersebut mencecap kopinya dan dua menit kemudian langsung kejang-kejang dan kelojotan. ”Intake-nya jelas. Hubungannya jelas,” tegasnya.

Jadi, kalau ada spekulasi di medsos yang meragukan penetapan Jessica sebagai tersangka, sumber tersebut menuturkan agar tidak terlalu memercayai.

”Kecuali kalau pengamat itu sudah melihat CCTV dan tahu persis detail kronologinya. Kalau belum dan hanya berspekulasi, tidak usah didengarkan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Wayan Mirna Salihin diketahui tewas di Kafe Olivier Grand Indonesia awal Januari lalu. Sejak awal, kematiannya mencurigakan.

Perempuan 27 tahun itu datang ke kafe tersebut berdua dengan Hani untuk berjumpa Jessica Kumala Wongso. Ketiganya adalah teman kuliah di Australia dan berencana melakukan reuni.

Jessica datang terlebih dahulu, memesankan minuman, dan menutup bill-nya lebih awal. Sekitar 45 menit kemudian, Mirna dan Hani datang. Baru saja meminum kopinya, Mirna langsung nyaris memuntahkan kopinya dan berseru, ”Kopinya kok seperti ini?” Dua menit kemudian dia kejang, badannya kaku, dan akhirnya tewas.

Belakangan diketahui, di es kopi Vietnam itu ditemukan 15 gram sianida. Dosis yang cukup untuk membunuh dua ekor gajah.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol M. Iqbal mengatakan bahwa pihaknya tak akan mengomentari spekulasi-spekulasi yang bermunculan di media.

”Kami punya dasar yang kuat, yakni dari fakta-fakta yang dikumpulkan dari penyelidikan,” ucap perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Menurut Iqbal, pihaknya sejauh ini sudah bertindak profesional.

”Kami sangat berhati-hati dan melengkapinya dengan scientific investigation. Bukan asal melihat kronologi dan lalu main tangkap begitu saja,” tegas mantan Kapolrestro Jakarta Utara tersebut.

Soal motif, Iqbal juga mengaku belum bisa memastikan. ”Masih perlu pembuktian terlebih dahulu,” tuturnya. Ketika ditanya soal gangguan jiwa, Iqbal mengatakan tak persis seperti itu.

”Ya, hasilnya agak berbeda dengan orang normal lainnya. Yang tahu persis para psikiater forensik yang melakukan tes kepadanya,” terang dia.

Di bagian lain, kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo, mengaku kecewa atas sikap penyidik. ”Kami seharusnya mendapat salinan BAP. CCTV yang disebut-sebut sebagai bukti kuat juga tidak pernah diungkap kepada publik,” ucapnya.

Yudi menyatakan bahwa dirinya dan pihak keluarga Jessica belum mendatangi polda. ”Belum ada jenguk untuk hari ini (kemarin). Terbentur jadwal. Keluarga juga belum akan datang hari ini,” katanya.

M. Iqbal menjelaskan, penyidik terus memperkuat alat bukti untuk mengantisipasi kemungkinan pihak tersangka mengajukan praperadilan. Menurut dia, alat bukti itu diperkuat bukan hanya dalam proses penetapan dan penahanan, tetapi juga dalam proses pemberkasan perkara. ”Kami terus akan membuatnya (BAP) kuat,” ucapnya.

Menanggapi pengacara soal salinan BAP dan permintaan membuka CCTV ke publik, Iqbal mengatakan, itu kewenangan penyidik dan bagian dari proses pembuktian.

”Itu teknis penyidikan. Begini saja, ini kan perang intelektual. Atur strategi, bagaimana pengacara tersangka, silakan. Mereka juga harus menghormati proses penyidikan polisi,” tutur mantan Kasatlantas Polwiltabes Surabaya tersebut.

Sementara itu, Dirwastahti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan, Jessica ditahan sendiri dalam satu sel. Sebab, dia baru ditahan. Kondisi ruang tahanan baik sesuai dengan aturan. ”Kasur ada. Kamar mandi di dalam. Standar lah. Pokoknya layak lah,” kata dia

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 ABL NEWS. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger