Politik    Sosial    Peristiwa    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Kesehatan   
Home » » Fredy Jayadi Meninggal saat Lomba Makan Ayam KFC Berhadiah 5 Milliar

Fredy Jayadi Meninggal saat Lomba Makan Ayam KFC Berhadiah 5 Milliar

Posted by ABL NEWS on Senin, 14 Maret 2016

Fredy Jayadi Meninggal saat Lomba Makan Ayam KFC Berhadiah 5 Milliar.



ABLNEWS | Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya Freedi Djajadi (39) saat mengikuti lomba makan ayam di gerai KFC Semanan, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (11/3/2016).

Sejumlah barang bukti dan keterangan saksi dikumpulkan polisi guna mengungkap penyebab tewasnya ayah satu anak tersebut.

Ratusan pelayat dari keluarga, kerabat dan teman berdatangan silih berganti ke tempat persemayaman, Rumah Duka Abadi, Jalan Raya Daan Mogot, Jakbar sepanjang Sabtu (12/3/2016).
Selain ingin melihat yang terakhir kali, mereka juga memanjatkan doa untuk mendiang.

Tak terkecuali tujuh teman mendiang semasa sekolah di STMK BPK Penabur Tanjung Duren, Jakbar pada 1992-1995.

Septian (39) mengaku terkejut dengan meninggalnya Freedi,Apalagi, dia meninggal setelah tersedak saat mengikuti lomba makan ayam cepat saji.

Sepengetahuannya, Freedi bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan asing. Komunikasi terakhir dengan korban dilakukan melalui grup Whatsapp (WA) pada tiga pekan lalu.

"Di grup WA, dia nggak pernah cerita mau ikut lomba makan ayam," ujar Septian di Rumah Duka Abadi.

Menurutnya, Freedi tidak pernah bercerita mempunyai kesulitan keuangan sehingga tergiur mengikuti lomba makan ayam berhadiah Rp5 miliar itu.

Ia hanya menyayangkan minimnya persiapan atau tidak adanya petugas medis dari penyelenggara lomba tersebut.

Seingat Septian, nafsu makan Freedi terbilang normal semasa sekolah. Hanya saja, Feedi beberapa kali menggunakan inhaler dan diduga karena menderita asma saat Kelas 1 SMK.

"Jadi, sekitar 20 tahun lalu, waktu awal kami sekolah SMK itu, dia ada seperti penyakit asma. Dia waktu itu suka pakai inhaler. Pas lulus, saya nggak perhatikan dia lagi," ujar Septian.

Sementara itu, teman Freedi lainnya, Nuryadi (40) mengenal mendiang sebagai sosok baik, cerdas, pendiam, pandai membuat sketsa gambar dan terbilang religius.

Sejumlah karya lagu rohani dan sketsa gambarnya diunggah dalam akun facebook-nya.
"Di wall ada tulisan puisi dan lagu Rohani. Seperti tulisan, Aku hidup tidak berguna dan segala macam. Aku kaget, kok nih anak begini amat. Tapi, dia memang biasa nulis lagu rohani," ujar Nuryadi.

Nuryadi berharap kasus tewasnya rekannya itu bisa diusut tuntas oleh kepolisian sehingga bisa dimintakan pertanggungjawaban bagi pihak menyebabkan hilangnya nyawa korban ini.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Jajaran Polres Metro Jakarta Barat menyelidiki insiden tewasnya, Fredy Jayadi (45).
Fredy tewas saat mengikuti acara perlombaan makan 5 menit berhadiah Rp 5 miliar yang diselenggarakan restoran cepat saji, KFC Taman Semanan, Jumat (11/3/2016).

Aparat kepolisian masih mengumpulkan sejumlah alat bukti berikut keterangan saksi.
Sementara itu, KFC Taman Semanan, yang menjadi lokasi berlangsung acara telah ditutup dan dipasangi garis polisi untuk kebutuhan penyelidikan.



“Kami masih selidik. Penyebab pasti kami belum tahu,” tutur Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Didik Sugiarto, Jumat (11/3).

Fredy Jayadi (45) meninggal dunia saat mengikuti acara perlombaan makan 5 menit berhadiah Rp 5 miliar yang diselenggarakan restoran makanan cepat saji, KFC.

Lomba berlangsung di KFC Taman Semanan RT/RW 15/11, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (11/3/2016) sekitar pukul 14.02 WIB.

Lomba diikuti tiga orang termasuk korban,Panitia penyelenggara memberikan tiga potong sayap ayam KFC,Siapa tercepat menghabiskan ayam itu akan menjadi pemenang.

Fredy telah menghabiskan ayam ketiga, lalu, secara tiba-tiba, dia tersedak.
Korban langsung minum air putih.

Kemudian, korban diberi pertolongan dan langsung dibawa ke klinik Yasa Husada di Jalan Pulo Indah RT/RW 001/08, Kelurahan Duri Kosambi.

Setelah diperiksa oleh dokter jaga, dokter menyatakan nyawa korban tak tertolong.
Untuk kepentingan visum et repertum, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati.

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 ABL NEWS. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger